Bappeda: Perubahan perilaku pengaruhi percepatan penurunan stunting

Bappeda: Perubahan perilaku pengaruhi percepatan penurunan stunting

Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 37,2% pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi.

Untuk mengatasi masalah stunting ini, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) memiliki peran yang sangat penting dalam mengkoordinasikan berbagai program dan kebijakan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Bappeda adalah melalui perubahan perilaku masyarakat dalam hal gizi dan kesehatan.

Perubahan perilaku merupakan kunci utama dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui edukasi dan sosialisasi yang intensif, Bappeda berupaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang sehat. Selain itu, Bappeda juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan pola hidup sehat.

Selain itu, Bappeda juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk mengimplementasikan program-program yang dapat meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Misalnya, program pemberian makanan tambahan bagi balita, penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak.

Dengan adanya perubahan perilaku yang dilakukan oleh Bappeda, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, perlu bekerja sama dalam menjaga kesehatan dan gizi anak-anak untuk menciptakan generasi yang sehat dan tangguh di masa depan. Jangan biarkan stunting menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia, mari bersama-sama berperan aktif dalam mengatasi masalah ini.