Budaya Tempe diajukan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO

Budaya tempe merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala. Tempe merupakan makanan tradisional yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan bantuan ragi tempe. Proses pembuatan tempe ini telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Pada tanggal 18 Desember 2021, budaya tempe resmi diajukan sebagai warisan budaya tak benda oleh Indonesia kepada UNESCO. Hal ini merupakan langkah penting untuk melestarikan dan mengakui nilai-nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan tempe.

Proses pembuatan tempe tidak hanya melibatkan keterampilan dalam mengolah kedelai, tetapi juga nilai-nilai sosial dan budaya yang turut terjalin di dalamnya. Masyarakat Indonesia telah lama menjadikan tempe sebagai bagian penting dalam berbagai tradisi, seperti upacara adat, perayaan hari besar, dan acara keluarga.

Selain itu, tempe juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Tempe menjadi sumber penghasilan bagi para petani kedelai dan produsen tempe, serta menjadi pilihan makanan sehari-hari bagi banyak orang di Indonesia.

Dengan diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, diharapkan budaya tempe dapat semakin dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan tradisi dan kearifan lokal dalam menghadapi era globalisasi.

Sebagai warga Indonesia, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya tempe dan menjaga warisan nenek moyang kita. Mari kita terus berupaya untuk melestarikan keberagaman budaya Indonesia, termasuk budaya tempe, agar dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.